


Saat hendak membeli PC baru, seorang teman yang akrab dengan seluk beluk hardware komputer memberikan saran, “Jangan beli processor Celeron. Soalnya cepat panas dan nggak punya “cache”.” Apasih yang dimaksud dengan “cache” itu???
Cache adalah teknologi yang berbasis pada subsistem memory di komputer Anda. Tujuan utama dari cache adalah mengakselerasi kinerja komputer. Dengan teknologi ini, komputer Anda dapat bekerja lebih cepat. Untuk memahami gagasan dasar di balik sistem cache, mari kita perhatikan perhatikan ilustrasi “ransel” pustakawan berikut.
Ransel Pustakawan
Seorang pustkawan berada di meja kerjanya. Kehadirannya disana adalah memberikan buku yagn anda minta. Angaplah Anda tidak bisa mencari dan mengambil sendiri buku ri rak, dan Anda harus meminta bantannya untuk mengambilkan setiap buku yang akan Anda baca dari setiap rak buku penyimpanan. Ada dua jenis pustakawan, yaknik tanpa cache dan dengan cache.
Pertama, mari kita lihat cara kerja pustakawan tanpa cache. Seorang pengunjunga datang ke perpustakaan. Dia meminta buku “Seribu Mimpi”. Selanjutnya, pustakawan pergi ke rak penyimpanan, mengambil buku yang dimaksud, kembali ke meja kerjanya, dan menyerahkan buku tersebut kepada si pengunjung.
Selesai membaca, pengunjung tersebut mengembalikan buku kepada pustakawan. Selanjutnya, pustakawan menerima buku itu, dan menyimpan kembalu ke dalam rak. Kemudian dia kembali ke meja kerjanya, menunggu pengunjung berikutnya. Tak lama kemudian datang pengunjung kedua. Dia meminta buku kepada pustakawan untuk diambilkan buku yang berjudul sama denga pengunjung yang pertama.
Mendengar judul buku tersebut, pustakawan berjalan menuju rak penyimpanan, mengambil buku yang baru saja disimpanannya disana, kembali ke meja kerjanya, dan menyerahkan bukutersebut kepada pengunjung kedua. Dalam model ini, si pustakawan harus mondar mandir ke tempat yang sama untuk mengambil buku yang sama. Adakah cara agar si pustakawan tidak harus sering-sering meninggalkan meja kerjanya???
Ya, yakni dengan memberikan cache kepadanya. Cache tersebut adalah ransel yang bisa memuat 10 judul buku (dalam istilah komputer, pustakawan tersebut memiliki 10 buku cache). Dalam ransel ini, dia akan menyimpan sementara buku yang dikembalikan oleh pengunjung kepadanya (maksimal 10 buku).
Saat perpustakaan baru dibuka, ransel si pustakawan masih kosong. Pengunjung pertama datang dan meminta buku “Seribu Mimpi”. Seperti pada ilustrasi diatas, pustakawan pergi ke rak penyimpanan buku, mengambil buku yang dimaksud, kembali ke meja kerjanya, dan menyerahkan kepada si pengunjung pertama.
Selesai membaca, pengunjung tersebut mengembalikan buku kepada pustakawan. Namun buku yang diberikan oleh si pengunjung pertama itu oleh si pustakawan di simpan ke ransel tanpa meninggalkan meja kerjanya. Tak lama kemudian datang pengunjung ke dua dan meminta buku yang sama dengan pengunjung pertama.
Sebelum berjalan ke rak penyimpanan, pustakawan terlebih dahulu mecari buku yang diminta kedalam ransel. Ya, buku tersebut masih dalam ransel! Tanpa harus berkeringat berjalan ke rak penyimpanan, pustakawan dapat memberikan buku tersebut kepada pengunjung kedua.
Cache Komputer
Saat processor mengakses mengakses memory utama (RAM), dia membutuhkan waktu sekitar 60nanosecond (1/60 miliar detik). Cepat sekail, bukan? Ya, bila dibandingkan dengan waktu yagn dibutuhkan pustakawan untuk berjalan dari meja kerjanya ke rak penyimpanan, dan sebaliknya.
Namun tidak bagi processor modern. Beberapa processor hanya membutuhkan 2 nanosecond untuk mengakses RAM (disebut cycle time). Bagi processor ini, 60 nanosecond cycle time ibarat pustakawan yang berjalan ke rak penyimpanan dengan cara merangkak.
Bagaimana jika kita membangun bank memory di motherboard, yang kecil namun sangat cepat (sekitar 30 nanosecond)??? Itu sudah sua kali lebih cepat dari pada akses ke memory utama. Bank ini disebut level 2 cache atau L2 cache. Bagaimana jika membangun sistem memory yang lebih kecil, tepi lebih cepat langsung didalam chip processor, bukan kecepatan memory bus? Inilah yang disebut L1 cache, yang lebih cepat dari pada L2 cache.
Pada beberapa tipe processor, terdapat dua level cache yang tertanam langsung di dalam chip. Dalam kasus ini, cacheyang berada dalam motherboard diantara processor dan sistem memory utama turun peringkat menjadi level 3 atau disebut L3 cache.
Sekarang jelaskan, mengapa teman saya tidak merekomendasikan processor tanpa L1 dan L2 cache, dan mengapa processor yang demikian cepat panas? Karena si pustakawan (processor) harus bolak balik ke rak penyimpanan (sistem memory utama) untuk mengambil dan menyimpan buku (data).
(Sumber : PC Mild Edisi 13/2009)


Price : Rp 7.700.000,00
Price : Rp 5.400.000,00
Price : Rp 2.500.000,00
Price : Rp 1.225.000,00
Price : Rp 3.400.000,00
Price : Rp 2.325.000,00
Price : Rp 6.500.000,00
Price : Rp 5.500.000,00